Selasa, 09 Februari 2010

Persiapkanlah Album Pernikahan Dengan Matang

Tahukah anda dalam mempersiapkan sebuah album pernikahan, selain menentukan konsep, pemilihan warna utama, panduan tampilan dan editan foto, properti yang diperlukan saat pemotretan, pemilihan fotografer yang seharusnya dapat bekerjasama dan wajib memberikan solusi serta komit mewujudkan wedding album sesuai dengan apa yang anda telah sepakati tentu saja penting. Namun tak cuma itu saja, karena pemilihan pakaian juga sangat memengaruhi tampilan secara keseluruhan wedding album anda.

Beberapa hal penting berikut, wajib anda simak:


1. Visualisasi
Sebelum memilih dan memilah pakaian yang akan dikenakan. Pastikan anda dan tim foto pre-wedding akan selalu komit terhadap semua hal yang telah disepakati bersama seperti, Konsep, Warna, Properti dan Panduan Editan. Penting sekali bagi untuk mendapatkan GAMBARAN atau VISUALISASI akan apa yang telah disepakati tersebut. Mintalah contoh gambar dari fotografer yang dapat mendeskripsikan dengan jelas pakaian seperti apa yang seharusnya disiapkan.

2. Panduan
Pada saat mulai memilih dan memilah pakaian yang akan dikenakan. Konsep dan Warna akan selalu menjadi PANDUAN Utama. Jika fotografer anda ternyata memiliki banyak persediaan pakaian, jangan ragu untuk melihat koleksinya serta mencobanya. Apa yang Anda lihat pada hanger dan manekin belum tentu akan sama jika tidak dikenakan langsung pada tubuh anda.

Jangan lupa tanyakan juga koleksi aksesori yang dimilikinya. Jika masih belum sesuai juga, coba tengok isi lemari pakaian bahkan koper anda, atau pergi ke butik langganan. Namun bila waktu anda tidak banyak, cobalah FOKUS hanya pada pilihan pakaian yang telah tersedia atau ditawarkan kepada anda berdua.


3. Detail
Saat hari-H pemotretan photo pernikahan, perhatikan untuk beberapa hal DETAIL seperti: aksesori yang dikenakan jangan menyimpang dari konsep dan gaun yang telah dipilih. Begitu pula dengan make-up dan hair do, lipatan pada pakaian yang dikenakan jangan sampai menyebabkan tubuh anda tampak semakin terlihat besar, arah ekor gaun yang panjang tidak selalu harus dibuat melebar ke belakang.

Karena biasanya waktu pemotretan pre-wedding hanya satu hari dan anda akan berganti pakaian lebih dari 3 atau 4 kali, maka biasakan meminta STORY BOARD pemotretan kepada fotografer anda.


4. Jeli
Yang juga tidak kalah pentingnya adalah memilih photo pernikahan dan setelah itu mengecek hasil editan akhir foto anda. Pastikan foto yang dipilih adalah foto terbaik, tidak hanya memerhatikan mood yang tertangkap di kamera, tapi juga JELI terhadap pakaian yang dikenakan.

Tidak ada salahnya anda meminta fotografer agar merampingkan bagian pinggul atau merapikan gaun anda yang terlihat kusut atau memanjangkan celana panjang yang terlihat sangat menggantung atau lengan jas yang kependekan.


5. Ingatkan
Sebelum wedding album dicetak, INGATKAN kembali fotografer agar hasil cetakannya sesuai dengan konsep pemotretan pre-wedding yang sudah dibicarakan sebelumnya.

6. Terlupakan
Beberapa hal yang sering kali TERLUPAKAN sehingga memperburuk tampilan hasil foto anda, yaitu:

* Kantong celana bukan tempat yang tepat untuk menyimpan handphone, kunci mobil, uang kertas, apalagi uang logam.
* Kenakan pakaian dalam warna kulit atau putih. Untuk pria, untuk sementara tanggalkan celana boxer kesayangan, karena lipatan garisnya akan tampak jelas pada celana panjang anda. Untuk wanita, jika punya, tidak ada salahnya menyiapkan silicon bra.
* Kaos kaki warna hitam dan putih. Biasanya warna itu pula yang menjadi pilihan sepatu resmi pria yang tersedia.
* Biasakan merapikan atau menarik ke atas bustier (kemben) gaun anda apabila tampak kebesaran atau mulai terasa turun dan tidak pada tempatnya, karena anda sendiri yang dapat merasakannya.

www.rileks.com

Senin, 08 Februari 2010

Photo Pernikahan di Studio Foto

Jika Anda memilih untuk melakukan photo pernikahan di studio photo yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya.

Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer.


Photo pernikahan
Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.


mudahmenikah.wordpress.com

Minggu, 07 Februari 2010

Edit Foto Digital Menggunakan Adobe Photoshop CS4

Berikut sekilas jurus-jurusnya tersebut:

-Jurus 1: Mengatur Komposisi (Photomerge, Content-Aware Scaling, Lens Correction)


-Jurus 2: Mengoreksi Warna (Vibrance, Auto-Contrast, Black and White, Photo Filter)


-Jurus 3: Tune Up Cahaya (Exposure, Curves, Equalize, Dodge and Burn Tool)


-Jurus 4: Bedah Digital (Mempersempit kening, memanipulasi hidung, memutihkan gigi)


-Jurus 5: Make Up Digital (Warna rambut dengan Highlight, mengurangi kerutan, mengubah warna mata)


-Jurus 6: Filter dan Efek-Efek
Foto Digital (Mengisolasi POI, gabungan beberapa filter untuk menjernihkan foto)


-Jurus 7: Restorasi
Foto Digital (Memperbaiki foto sobek, menghilangkan jamur, memperbaiki foto tua)


-Jurus 8: Ekstraksi dan Seleksi (Extract, Channel, Quick Mask)


-Jurus 9: Mencetak dan Memublikasikan (Menyimpan dalam format PDF, Upload foto ke Photoshop.Com)


www.elexmedia.co.id

Senin, 01 Februari 2010

Uniknya Kenangan Masa Lalu Kalau Dijadikan Tema Pre Wedding

Foto pre wedding anda bisa berupa perjalanan cinta anda berdua. Kalau cinta anda berdua berawal dari 1 kampus yang sama, pemotretan bisa diambil dengan latar kampus anda, lengkap dengan anda yang berdandan seperti dulu ketika masih menyandang status mahasiswa. Anda bisa mengingat kenangan yang paling indah pada saat anda pertama kali bertemu dengan pasangan anda sebagai posenya. Dijamin seru! Tapi anda harus pede karena yang pasti untuk mendapatkan feel kampus, tentunya pemotretan foto pre wedding dilakukan pada hari kerja dimana perkuliahan berjalan. Anda tertantang?

www.yuantara.com

Minggu, 31 Januari 2010

LED Outdoor Screen Alternatif Baru Penataan Media Iklan



Led Outdoor Screen adalah sebuah terobosan baru dalam media display dan sudah mulai merambah kota kota besar di Indonesia saat ini.

Karena LED Screen TV merupakan media tampilan visual yang bisa menampilkan tayangan-tayangan seperti layaknya televisi maka sesuai penggunaannya yang bisa outdoor dan indoor maka aku fikir ini merupakan hal bagus jika bisa diterapkan lebih, dalam penataan iklan diperkotaan apalagi dikotaku. Bayangkan jika dipasang satu Led Outdoor Screen disatu titik strategis maka aku fikir setiap perusahaan atau produk yang iklannya ingin ditampilkan ditempat tersebut tak perlu lagi berdesak-desakan dalam memasang baliho atau spanduknya. Hanya dengan 1 unit LED Screen semua iklan bisa ditampilkan disitu secara bergantian dan bagusnya dalam bentuk video clip jadi semakin menarik untuk dilihat…

Disamping iklan pengelola juga bisa menampilkan cuplikan kegiatan-kegiatan, pesan, himbauan pemerintah kota dalam media ini untuk mengisi kekosongan jadi informasi bisa dilihat masyarakat sambil nunggu traficlightnya jadi warna hijau :) jadi sangat menguntungkan rasanya kalo pake media seperti ini.

opasgovernment.wordpress.com

Rabu, 27 Januari 2010

Seni Foto Gerak Cepat dan Studio Foto



Dulu setiap akhir pekan banyak pasangan muda-mudi mengabadikan kisah mereka dengan foto bersama di sini,” kisah Nurul Hidayah (43) mengenang ramainya studio foto yang berjaya sekitar tahun 1980-an.

Kini studio foto yang bernama ”Seni Foto Gerak Cepat” yang terletak di sudut Kampung Melayu, Semarang, Jawa Tengah, itu seperti semakin kehilangan daya pikatnya. Gambar pemandangan indah, rumah mewah, serta ruang tamu yang dulu dipakai sebagai latar studio semakin rapat tergulung dan tampak lusuh.

Pencahayaan dalam studio yang terbuat dari susunan kap lampu penerang jalan hanya menyala sesekali. Peralatan pencetak negatif film atau enlarger dibiarkan berkarat. ”Paling-paling sekarang hanya pasfoto, itu saja hanya tetangga dekat yang datang kemari,” ungkap Nurul.

Nurul, ibu dua anak ini, memproses foto sendiri dari memotret hingga cuci cetak. Keahlian melakukan proses cuci cetak film yang rumit tersebut dia peroleh dari Ali bin Abdullah Machroos, ayahnya yang juga salah satu pelopor kios pasfoto di sekitar Pasar Johar.

Studio foto ini pun seperti kehilangan gerak cepatnya dengan mengandalkan kamera manual merek Fujica saat bersaing dengan canggihnya studio foto baru di Semarang.

Sementara itu, kemudahan teknologi kamera digital yang tak terelakkan semakin meminggirkan usaha foto yang telah dirintis sekitar 37 tahun silam. Seni mengolah dari mencuci hingga mencetak film yang diwariskan turun temurun sepertinya akan terhenti pada generasi ketiga pemilik studio ini.

Entah sampai kapan ”idealisme” studio foto nondigital itu akan bertahan….

cetak.kompas.com

Rabu, 20 Januari 2010

Teknik Koreksi Sudut Pengambilan pada sesi Potret di Studio



Bagian muka manusia dan semua mahluk hidup adalah berbeda antara sisi kiri dan sisi kanannya dengan patokan hidung sebagian garis batasnya.

Yang paling mudah dilihat adalah manusia, bahwa terdiri dari sisi maskulin dan feminin, baik pada pria maupun wanita.

Sebelum mengambil foto (foto portrait), pelajari lebih dahulu sisi wajah yang akan ditonjolkan dengan cara meminta model memalingkan mukanya ke kiri dan ke kanan.

Teknik Koreksi terdiri dari:

1. Koreksi melalui Kamera (lensa)
2. Koreksi melalui Subyek

A. Koreksi melalui kamera

Fungsinya adalah untuk memperindah bentuk tubuh model, contoh pada pemotretan studio, 1 badan:

* Eye level, dimana posisi kamera berada di tengah-tengah ketinggian POI dalam frame (berpatokan pada pinggul). Foto yang akan dihasilkan adalah ketinggian POI mendekati normal.
* Low angle, dimana posisi kamera berada di bawah ketinggian POI, foto yang dihasilkan akan membuat POI seolah semakin tinggi, koreksi ini baik untuk POI yang berpostur pendek.
* Hi-angle, dimana posisi kamera berada di atas garis batas pinggul. Foto yang dihasilkan akan membuat seolah POI semakin pendek.

Untuk menghindari distorsi (foto portrait) perspektif akibat sudut pengambilan low dan hi-angle, sebaiknya digunakan lensa yang minimal 2 x panjang frame film, jadi apabila sisi panjang frame film adalah 35mm (perbandingan panjang dan lebarnya sama dengan frame pada sudut bidik), maka lensa yang baik adalah 70 – 85mm. Lensa ini memperkecil distorsi perspektif.

B. Koreksi melalui subyek (POI)

Selain melalui kamera (lensa), koreksi sudut pengambilan juga bisa langsung kepada subyeknya, tapi peranan penting disini adalah filter dan cahaya.

Sebagai contoh pada pengambilan foto CU dan MCU

* POI bermuka bulat, berahang lebar atau berbadan gemuk. Gunakan short light dimana sisi muka/bagian badan yang menghadap ke kamera lebih gelap. Posisikan kamera di atas muka POI
* POI bermuka tirus atau berbadan kurus. Gunakan broad light, dimana sisi muka/bagian badan yang menghadap kamera mendapatkan cahaya yang lebih banyak. Posisi kamera eye level POI
* POI berkeriput, gunakan filter soft.

Semoga berguna.

indophoto.multiply.com